directory-online Blog

directory-online Blog

directory-online Blog

Apa Itu Diabetes Mellitus?

Diabetes mellitus merupakan kumpulan kelainan yang ditandai dengan intoleransi glukosa. Selain itu, ditandai juga dengan menurunnya berat badan si penderita tanpa sebab yang jelas, terlalu banyak buang air kecil, namun tetap saja haus dan merasa lapar yang berlebihan. Insiden penyakit diabetes mellitus ini masih menjadi PR bagi pemerintah Indonesia.

Yang sudah umum kita ketahui, diabetes memiliki 2 tipe berbeda yaitu diabetes mellitus tipe 1 dan diabetes mellitus tipe 2. Pada diabetes mellitus tipe 1, penderita seperti bergantung pada insulin karena sebenarnya tubuh kekurangan produksi insulin. Nama lainnya juga dikenal sebagai IDDM atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus. Karena tubuh mengalami kekurangan insulin, maka diperlukan suntikan insulin dari luar.

Dilansir dari Alodokter, gejala diabetes mellitus tipe 1 bisa muncul secara mendadak. Dan dalam hitungan minggu bisa memperburuk kesehatan si penderita. Diabetes mellitus tipe pertama ini juga dikenal sebagai diabetes autoimun.

Berbanding terbalik dengan diabetes mellitus tipe 2, tipe 1 ini berkembang dengan sangat cepat dalam hitungan minggu. Sedangkan pada diabetes mellitus tipe 2, penderita pun seperti tidak sadar bahwa dirinya mengidap diabetes mellitus dan manifestasinya diperlukan waktu yang cukup lama yaitu bertahun-tahun.

Untuk memastikan apakah kamu memang mengidap diabetes mellitus tipe 1, diperlukan penegakkan diagnosa oleh dokter. Diagnosa yang dilakukan seperti pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan gula darah puasa, atau pemeriksaan gula darah selama 3 bulan terakhir.

Dilansir dari lama Halodoc, gejala yang ditimbulkan dari diabetes tipe 1 ini adalah sebagai berikut.

  1. Kelelahan
  2. Berat badan turun secara drastis
  3. Sering haus (polydipsia)

Sumber gambar: unsplash.com

  • Sering merasa lapar (polyphagia)
  • Mudah diserang penyakit infeksi
  • Sering buang air kecil terutama saat malam hari (polyuria)
  • Terdapat luka yang lama sembuh
  • Merasa kesemutan dan kaku pada kaki

Jika merasakan gejala di atas, maka harus segera berkonsultasi ke dokter. Nantinya dokter akan mendiagnosa dengan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah dan urin untuk menentukan kandungan gula darah, melakukan pemeriksaan autoantibodi untuk membedakan antara diabetes mellitus tipe 1 atau 2. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan HbA1C untuk memeriksa kadar glukosa rata-rata dalam darah selama 2 hingga 3 bulan terakhir.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk diabetes tipe 1 ini adalah suntik insulin sekitar 3 hingga 4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan dokter, merawat kaki dan menjaga kesehatan mata, menerapkan pola makan yang sehat dan olahraga yang rutin.

Selain itu, dokter juga akan mengobati diabetes dengan menggunakan metode 5 Pilar. Seperti edukasi kepada pasien maupun keluarga pasien, pengaturan pola makan, saran untuk berolahraga, penggunaan obat-obatan, dan pemantauan gula darah mandiri. Perbanyak  aktivitas fisik dan berolahraga secara rutin minimal 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Jika kamu memiliki waktu luang yang lebih banyak, kamu bisa berolahraga setiap hari misalnya berlari kecil di pagi dan sore hari selama 30 menit.

Edukasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan biasanya dilakukan di Posbindu, Puskesmas, rumah sakit, dan di dalamnya akan dijelaskan pula mengenai pola makan sesuai diet untuk penderita diabetes. Contoh diet untuk diabetes mellitus seperti asupan kalori yang didasarkan pada jenis kelamin, umur, berat dan tinggi badan, serta aktivitas yang dilakukannya. Jika kamu memang memiliki faktor keturunan yang terkena diabetes, alangkah lebih baik jika kamu memeriksakan diri kamu ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *